Minggu, 30 Oktober 2016

My Job's Experience (3)

Assalamualaikum sahabat, apa kabar kalian semua, semoga selalu dalam lindungan dan ridho Allah. Aamiin...
Seperti janji saya kemarin sahabat, saya akan melanjutkan tulisan tempo lalu. Hehe.
Langsung saja ya, jadi di perusahaan tersebut, para karyawan dibagi menjadi 3 Department, yaitu Quality Control, Produksi Dan Teknik/ Mekanik. Setiap Department memiliki pengawas masing masing yang akan memantau pekerjaan kami di lapangan. Pengawas trsebut juga mengawasi sesuai dengan keahlian masing masing. Misalkan dia adalah seorang S1 Teknik Kimia, tentu saja ia akan menjadi pengawas QC, kemudian bila ia adalah seorang machine engineer, tentu saja ia akan mengawasi department Teknik.
Sistem pekerjaan disana yaitu pegawai kontrak lalu menjadi pegawai tetap. Mula mula kami dikontrak selama 2tahun, kemudian jika berminat untuk menjadi karyawan tetap, kami harus mengikuti seleksi.
Ketika saya sudah melewati tahun pertama di kota rantau tercinta (tangerang) saya mulai berfikir akan cita cita dan karrier saya. Bagaimana bisa saya dapat bekembang jika hanya disini saja, breada dalam zona nyaman, bekerja pulang tidur kemudian bekerja kembali. So bored ya sahabat hehe....
Setelah melalui waktu 1,5 tahun saya memutuskan akan mengundurkan diri ketika sudah 2 tahun. Keputusan yang berat, seperti mistaqan galidza saja. Hehehe. Tentu saja berat, karena harus berpisah dengan kawan kawan seperjuangan, dengan para keluarga di sana, but this is my choice, i'll follow my heart, my passion and absolutely my career. Saya harus melanjutkan cita cita saya, jika hanya mengejar materi, tentu saja sekelas lulusan smk seperti kami, salary kami cukup besar disana. But it isn't my goal. Itu bukan tujuan saya.

Seiring waktu berlalu, hari yang ditunggu pun tiba, hari2 terakhir dimana saya bekerja. Dimana setiap sudut akan menjadi kenangan. Dan setiap periode nya akan menjadi cerita, pun sendau gurau kami pun akan menjadi kerinduan.
Sahabat pasti tau bagaimana rasa perpisahan. Heh kok jadi mellow gini sih :3
Lanjut ya sahabat. Hari terakhir saya bekerja yaitu pada tgl 30 Juni 2016. Dengan masa kerja 2tahun lebih dikit. ( masuk 14 juni 2014 )
Banyak sekali pengalaman disini, pelajaran juga, mengenali setiap karakter pun saya jadi bisa hehe. Itulah penting nya pengalaman. Adalah guru yang paling berharga. Disini kami belajar banyak, time management, mengolah emosi, menghargai pendapat , berkembang menjadi dewasa. Daaaan..tugas saya selesai sudah, setelah saya berpamitan dengan relasi relasi di perusahaan, dengan atasan atasan , dengan kawan perjuangan, akhirnya saya akan pulang ke kota istimewa kota kelahiran Jogjakarta tercinta.

Tak terasa air mata membasahi pipi...perjuangan selama 2tahun berakhir sudah. Antara bahagia dan sedih. Bahagia karena akan bertemu keluarga dan sanak saudara. Sedih karena berpisah dengan keluarga kedua.
Sehari setelah itu saya sudah sampai di rumah tercinta.
Lembaran baru dimulai.
Ikuti cerita selanjutnya ya sahabat...

Jumat, 28 Oktober 2016

ISLAMPOS (Kedudukan Ikhtiar dan Tawakal)


“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu,” (Ath Tholaq [65] 2-3).

Segala sesuatu yang terjadi terhadap kita adalah kehendak Allah. Saat kita berkeinginan terhadap suatu hal, tetapi Allah tak menghendakinya maka mustahil hal itu akan terjadi.
Dalam memenuhi keinginannya manusia kadang lupa meminta kepada Allah. Mereka seringnya mendahulukan ikhtiar daripada berdoa. Antara berdoa dan ikhtiar porsinya harus sama-sama besar.
Gigihnya ikhtiar, jangan sampai melemahkan tawakal kita kepada Allah SWT. Dan, kuatnya tawakal kepada Allah, jangan sampai melemahkan ikhtiar kita. Ikhtiar dan tawakal harus selaras, seimbang, beriringan. Inilah yang menjadi kunci agar kita mendapat pertolongan Allah SWT
Seimbangnya tawakal dan ikhtiar bentuknya adalah dengan serius dalam taubat, lurus dalam niat, bagus dalam ibadah, serius dalam memperbaiki diri. Dan, tentu saja serius juga dalam ikhtiar kita. Jangan sampai kita sungguh-sungguh dalam doa dan tawakal akan tetapi dalam ikhtiar kita alakadarnya saja bahkan berleha-leha.

Apalah artinya kerja keras kita kalau Allah tidak menolong kita. Sekeras apapun upaya, kalau Allah tidak ridha, tidak memberi pertolongan, maka tidak akan mencapai hasil yang diharapkan. Maka, maksimalkanlah ikhtiar kita sembari tetap bersandar dan bergantung hanya kepada Allah SWT. Tidak perlu berharap-harap pada penilaian makhluk, tidak perlu bergantung pada balasan dari makhluk. Fokuskan saja pada ikhtiar kita semaksimal mungkin, sebaik mungkin, jauhi hal-hal yang tidak Allah sukai dan berserah diri kepada-Nya.
Tawakal dan ikhtiar semestinya adalah satu kesatuan, harus sama-sama kencang, sama-sama serius, sama-sama sungguh-sungguh. Inilah yang akan mengundang datangnya pertolongan Allah SWT. []

SUMBER ": https://www.islampos.com/kedudukan-ikhtiar-dan-tawakal-313956/

Kamis, 27 Oktober 2016

My Job's Experience (2)

Setelah selesai pengumuman kelulusan waktu itu, kemudian saya menyiapkan berkas berkas yang akan diperlukan di perusahaan nanti, kami berangkat pada bulan Mei 2014 dengan menggunakan bus yang telah diakomodasi dari sekolah. 45 siswa berangkat dengan diantar beberapa guru. Waaaw this is my first time, berpisah dengan keluarga begitu lama. Hehe....sad, happy, excited, everything.
Setelah melalui perjalanan sampailah kami di perantauan. Mata kami terbelalak melihat perusahaan yang besar bertuliskan PT TORABIKA EKA SEMESTA. Yang beralamat di Jl Raya Serang km 12,5 Tangerang. Yapp...Tangerang adalah kota rantau kami yang pertama. Kemudian kami melakukan training dan tes kesehatan disana. Alhamdulillah semuanya diterima dan lolos. Kami mengikuti training selama 3 bulan. Dan setelah itu kami mulai dikenalkan dengan pekerjaan kami.
Langsung pada intinya saja ya sahabat/i, disana kami semua adalah pekerja baru dengan jabatan QC (Quality Control). Department QC disebar di beberapa tempat seperti Laboraturium, Field, Dan Central Kitchen. Dan saya mendapatkan bagian field atau lapangan. Can you imagine my jobs ? Yes...pekerjaan saya adalah di area produksi. Kalian pasti mengetahui bahwa torabika adalah produk kopi dalam dan luar negeri. Tugas saya sebagai QC adalah mengawasi para operator (Department Produksi) dalam bekerja, dan juga memastikan bahwa produk kami harus benar benar sesuai dgn standard mutu sebelum sampai ke tangan konsumen. Hal tersebut diantaranya adalah dengan menimbang produk kopi 2 jam sekali. Artinya setiap 1 shift (8 jam) kami hanya menimbang kopi selama 3X. Menimbang supaya kopi tersebut sesuai dengan timbangan standard nya dengan sedikit toleransi. Oyaa sahabat disini saya dibagi menjadi 3 shift. Pagi (07-15) , siang (15-23), dan malam (23-07). Kebayang kan jika dapet shift malam. Ngantuknyaaa hehe. Itu karna belum trbiasa saja. Hiks

Selain menimbang kopi, juga pengecekan kebocoran sachet. Setiap sachet harus dicek kebocoran nya dengan menggunakan alat bernama vacuum tester. Sehingga tidak ada kopi yang bocor sampai ke tangan konsumen. Tak jarang sachet kopi yang kami cek bisa jebol sachetnya. Hal tersebut mungkin terjadi karena mesin packing nya rusak. Dan itu adalah tugas department QC untuk mematikan mesin. Kemudian meminta Department Teknik untuk memperbaikinya. Jadi sudah ada gambaran sedikit bukan, bahwa didalam ruang produksi itu ada 3 Department. Yang pertama adalah Dept.Produksi dengan tugas mengoperasikan mesin packing, kemudian Dept.QC untuk memastikan bahwa produk kami sesuai standard. Dan yang terakhir adalah Dept Teknik untuk meperbaiki mesin yang rusak.
Disanalah saya belajar beradaptasi dengan yang lain.Dan tentunya orang orang yang lebih dewasa dari saya. Seperti apa kelanjutan kisah saya. Ikuti terus yaa sahabat hehe. Saya pamit dulu karena ada kuliah hehe.
See you next story.

Rabu, 26 Oktober 2016

My Job's Experience

Assalamualaikum sahabat/i semua, pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi pengalaman kepada kalian semua mengenai my first job. Well, langsung saja ya,
Saya, Nurviana Arum Yudanti, alumnus dari SMTI Vocational High School tahun 2014. Bagi sahabat yang belum tau apa itu SMTI pastinya bertanya tanya bukan. SMTI adalah singkatan dari Sekolah Menengah Teknologi Industri. Sekolah yang terletak di JL Kusumanegara no 3 Yogyakarta ini, berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian RI.
Saya masuk pada tahun ajaran 2011/2012 dengan mengambil major Kimia Industri. Oh ya sahabat, disana terdapat 2 jurusan  lho, yaitu Kimia Industri dan Kimia Analisa, bahkan sekarang telah dibuka program baru yaitu Teknik Mekatronika. Huaa....its so amazing....I'm very proud to having you hehe. Setelah 3 tahun berlalu, akhirnya saya pun lulus. Horeee, happy graduation :3 eitsss perjuangan belum berakhir ya, justru ini adalah titik awal perjuangan kami, hiks.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa lulusan SMK diprioritaskan untuk memasuki dunia kerja setelah lulus, daan finally, saya tidak mau kehilangan pengalaman ini sahabat.
Jauh sebelum ujian nasional, sudah banyak perusahaan perusahaan di Indonesia yang 'mampir' di sekolah kami dan akan mencari kandidat ( duhhh bahasanya :p ) tentu saja mereka akan mencari pioneer pioneer muda yang akan ditempatkan di perusahaan nya. Huaa hebat nya, once again, I'm very proud to having you SMTI hehe. Banyak perusahaan yang memang sudah lama joint dengan sekolah kami. Tentunya untuk menyalurkan tenaga tenaga muda professional yang cakap di bidang industri. Dan kala itu saya tertarik dengan 1 perusahaan dengan label MAYORA GROUP. Sahabat/i mungkin sudah mengenal apa itu Mayora. Mayora adalah salah satu industri makanan yang lumayan besar di Indonesia. Dan ternyata mereka mengadakan rekruitmen besar besar an di sekolah kami. And then, saya mulai mendaftar dan mengikuti beberapa rangkaian tes yang diadakan.
Setelah melalui beberapa rintangan dan halangan (alay haha) akhirnya saya pun diterima. Alhamdulillah, Praise To Allah.
Sebanyak 40 siswa dari teman teman kami diterima dan akan menemani perjuangan  saya nanti. Senengnyaaa....setelah lulus langsung bisa kerja. Tentunya ini semua tidak lepas dari ridho Allah dan orangtua. I love u ever and ever mom,dad.
Dan seperti apa pekerjaan yang saya geluti ? Sabar dulu ya sahabat sahabati, ikuti terus post selanjutnya dari saya ya...
Hehehe...
Wassalamu'alaikum :3

Selasa, 25 Oktober 2016

UTS Akhlak Tasawuf ku

RELASI ANTARA AQIDAH, AKHLAK, DAN IBADAH

Aqidah merupakan perbuatan hati yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya.   
Aqidah scara syara’ yaitu iman kepada Allah, para MalaikatNya, Kitab-kitabNya, Para RasulNya dan kepada hari akhir serta kepada qadar yang baik mupun yang buruk. Hal ini disebut juga sebagai rukun iman.[1]
Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap. [2]
Akhlak merupakan kelakuan yang timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan yang menyatu tanpa pemikiran (spontan).

Aqidah sebagai dasar pendidikan akhlak “Dasar pendidikan akhlak bagi seorang muslim adalah aqidah yang benar terhadap alam dan kehidupan, Karena akhlak tersarikan dari aqidah dan pancaran dirinya. Oleh karena itu jika seorang beraqidah dengan benar, niscahya akhlaknya pun akan benar, baik dan lurus. Begitu pula sebaliknya, jika aqidah salah maka akhlaknya pun akan salah.
Setelah aqidah dan akhlak nya benar dan baik, maka seseorang akan menuangkan perihal tersebut dalam bentuk ibadah kepada Allah. Ibadah yang dapat mendatangkan pahala. Sehingga dapat dipastIkan bahwa jika aqidah dan akhlak seseorang itu baik sesuai syariat, maka ibadahnya pun akan mantap. Ia akan senantiasa memperbaiki ibadahnya setiap hari, sehingga semakin baik pula aqidah dan akhlaknya.

Contohnya :
Jika berjanji harus ditepati yaitu apabila seorang berjanji maka harus ditepati. Jika orang menepati janji maka seseorang telah menjalankan aqidahnya dengan baik. Dengan menepati janji seseorang juga telah melakukan ibadah. Pada dasarnya setiap perbuatan yang dilakukan manusia arus didasari denga aqidah yang baik. Maka, dapat dipastikan bahwa seseorang yang menepati janjinya tersebut mempunyai akhlak yang baik pula

Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari,. 2007. Intisari Aqidah Ahlus Sunah wal Jama’ah. Pustaka Imam Syafi’i.

H.A Djazuli &Yadi janwari, 2002. Lembaga-lembaga Perekonomian Umat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Muhammad, 2007. Aspek Hukum dalam Muamalat.Yogyakarta: Graha ilmu.

Kaelany HD, 2009. Islam Agama Universa. Jakarta: Midada Rahma Press.

Rahmat, Jalaludin, 2007. Dahulukan Akhlak diatas Fiqih.Bandung: PT. Mizan Utama.

Salih bin fauzan bin Abdullah Al Fauzan,2000. Kitab Tauhid I . Jakarta : Yayasan Al- Sofwa.

Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, “Pengertian Ibadah dalam Islam”, Ahlussunnah Palembang, diakses dari http://salafiunsri.blogspot.com/2009/06/pengertian-ibadah-dalam-islam1.html, pada tanggal 4 Desember 2012, pada pukul 9.30 PM

Jumat, 21 Oktober 2016

Hukum Hooke Fisika

A. PENGERTIAN HUKUM HOOKE DAN ELASTISITAS
Hukum Hooke dan elastisitas merupakan dua istilah yang saling berkaitan. Untuk memahami arti kata elastisitas, banyak orang menganalogikan istilah tersebut dengan benda-benda yang terbuat dari karet, meskipun pada dasarnya tidak semua benda dengan bahan dasar karet bersifat elastis. Kita ambil dua contoh karet gelang dan peren karet. Jika karet gelang tersebut ditarik, maka panjangnya akan terus bertambah sampai batas tertentu. Kemudian, apabila  tarikan dilepaskan panjang  karet gelang akan kembali  seperti semula. Berbeda halnya dengan permen karet, Jika ditarik panjangnya akan terus bertambah sampai batas tertentu tapi apabila tarikan dilepaskan panjang permen karet tidak akan kembali  seperti semula. Hal ini dapat terjadi karena karet gelang  bersifat elastis sedangkan permen karet bersifat plastis. Namun, apabila karet gelang ditarik terus menerus adakalanya bentuk kareng gelang tidak kembali seperti semula yang artinya sifat elastisnya telah hilang. Sehingga diperlu tingkat kejelian yang tinggi untuk menggolongkan mana benda yang bersifat elastis dan plastis.
 Jadi, dapat disimpulkan bahwa elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk awal setelah gaya pada benda tersebut dihilangkan. Keadaan dimana suatu benda tidak dapat lagi kembali ke bentuk semula akibat gaya yang diberikan terhadap benda terlalu besar disebut sebagai batas elastis. Sedangkan hukum Hooke merupakan gagasan yang diperkenalkan oleh Robert Hooke yang menyelidiki hubungan antar gaya yang bekerja pada  sebuah pegas/benda elastis lainnya agar benda tersebut bisa kembali ke bentuk semua atau tidak melampaui batas elastisitasnya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Hukum Hooke mengkaji jumlah gaya maksimum yang dapat diberikan pada sebuah benda yang sifatnya elastis (seringnya pegas)  agar tidak melwati batas elastisnya dan menghilangkan sifat elastis benda tersebut.
B. KONSEP HUKUM HOOKE DAN ELASTISITAS
Bunyi Hukum Hooke ialah “Jika gaya tarik yang diberikan pada sebuah pegas tidak melampaui batas elastis bahan maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus/sebanding dengan gaya tariknya”.
Jika gaya yang diberikan melampaui batas elastisitas, maka benda tidak dapat kembali ke bentuk semula dan apabila gaya yang diberikan jumlahnya terus bertambah maka benda dapat rusak. Dengan kata lain, hukum Hooke hanya  berlaku  hingga batas  elastisitas.
Dari gagasan tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep hukum Hooke ini menjelaskan mengenai hubungan antara gaya yang diberikan pada sebuah pegas ditinjau dari pertambahan panjang yang dialami oleh pegas tersebut. Besarnya perbandingan antara gaya dengan pertambahan panjang pegas adalah konstan. Fenomena ini dapat lebih mudah dipahami dengan memperhatikan gambar grafik berikut ini.
Gambar 1, menjelaskan bahwasanya jika  pegas  ditarik  ke  kanan  maka  pegas  akan  meregang  dan  bertambah  panjang. Jika  gaya  tarik yang diberikan pada pegas tidak terlalu besar, maka pertambahan panjang pegas sebanding dengan besarnya gaya tarik. Dengan kata lain, semakin besar gaya tarik, semakin besar pertambahan panjang pegas.
Pada Gambar 2, digambarkan bahwa kemiringan grafik sama besar yang menunjukkan perbandingan besar gaya tarik terhadap pertambahan panjang pegas bernilai konstan. Hal ini menggambarkan sifat kekakuan dari sebuah pegas yang dikenal sebagai ketetapan pegas.  Secara  matematis  hukum  Hooke  dapat dituliskan sebagai berikut.
Keterangan:
F   = Gaya luar yang diberikan (N)
k   =  Konstanta pegas (N/m)
Δx = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)
Artikel Penunjang : Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
C. BESARAN DAN RUMUS DALAM HUKUM HOOKE DAN ELASTISITAS
1. Tegangan
Tegangan merupakan keadaan dimana sebuah benda mengalami pertambahan panjang ketika sebuah benda diberi gaya pada salah satu ujungnya sedangkan ujung lainnya ditahan. Contohnya, misal seutas kawat dengan luas penampang x m2, dengan panjang mula-mula x meter ditarik dengan gaya sebesar N pada salah satu ujungnya sedangkan pada ujung yang lain ditahan maka kawat akan mengalami pertambahan panjang sebesar x meter.  Fenomena ini mengambarkan suatu tegangan yang mana dalam fisika disimbolkan dengan σ dan secara matematis dapat ditulis seperti berikut ini.
Keterangan:
F = Gaya (N)
A = Luas penampang (m2)
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)
2. Regangan
Regangan merupakan perbandingan antara pertambahan panjang kawat  dalam x meter dengan  panjang  awal kawat dalam x meter. Regangan dapat terjadi dikarenakan gaya yang diberikan pada benda ataupun kawat tersebut dihilangkan, sehingga kawat kembali ke bentuk awal.
Hubungan ini secara matematis dapat dituliskan seperti dibawah ini.
Keterangan:
e   = Regangan
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)
Sesuai dengan persamaan di atas, regangan (e) tidak memiliki satuan dikarenakan pertambahan  panjang  (ΔL) dan  panjang  awal  (Lo)  adalah  besaran dengan satuan yang sama
3. Modulus Elastisitas (Modulus Young)
Dalam fisika, modulus elastisitas disimbolkan dengan E. Modulus elastisitas menggambarkan perbandingan antara tegangan dengan regangan yang dialami bahan. Dengan kata lain, modulus elastis sebanding dengan tegangan dan berbanding terbalik regangan.
Keterangan:
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)

4. Mampatan
Mampatan merupakan suatu keadaan yang hampir serupa dengan regangan. Perbedaannya terletak pada arah perpindahan molekul benda setelah diberi gaya. Berbeda halnya pada regangan dimana molekul benda akan terdorong keluar setelah diberi gaya. Pada mampatan, setelah diberi gaya, molekul benda akan terdorong ke dalam (memampat).
5. Hubungan Antara Gaya Tarik dan Modulus Elastisitas
Jika ditulis secara matematis, hubungan antara gaya tarik dan modulus elastisitas  meliputi:
Keterangan:
F = Gaya (N)
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)
A = Luas penampang (m2)
E = Modulus elastisitas (N/m)
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)
6. Hukum Hooke
Hukum Hooke menyatakan bahwa “jika gaya tari tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya”. Secara matematis ditulis sebagai berikut.
Keterangan:
F   = Gaya luar yang diberikan (N)
k   =  Konstanta pegas (N/m)
Δx = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)
Hukum Hooke untuk Susuna Pegas
6a. Susunan Seri
Apabila dua buah pegas yang memiliki tetapan pegas yang sama dirangkaikan secara seri, maka panjang pegas menjadi 2x. Oleh karena itu, persamaan pegasnya yaitu:
Keterangan:
Ks   = Persamaan pegas
k   =  Konstanta pegas (N/m)
Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya dan disusun seri ditulis seperti berikut ini.
Keterangan:
n   = Jumlah pegas
6b. Susunan Paralel
Apabila pegas disusun secara paralel, panjang pegas akan tetap seperti semula, sedangkan luas penampangnya menjadi lebih 2x dari semula jika pegas disusun 2 buah. Adapun persamaan pegas untuk dua pegas yang disusun secara paralel, yaitu:
Keterangan:
Kp   = Persamaan pegas susunan paralel
k   =  Konstanta pegas (N/m)
Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya sama dan disusun secara paralel, akan dihasilkan pegas yang lebih kuat  karena tetapan pegasnya menjadi lebih besar. Persamaan pegasnya dapat ditulis sebagai berikut.
Keterangan:
n   = Jumlah pegas
D. APLIKASI HUKUM HOOKE
Dalam pengaplikasian hukum Hooke sangat berkaitan erat  dengan  benda  benda  yang  prinsip  kerjanya  menggunakan  pegas dan yang bersifat elastis. Prinsip hukum Hooke telah diterapkan pada beberapa benda-benda berikut ini.
  • Mikroskop yang berfungsi untuk melihat jasad-jasad renik yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang
  • Teleskop  yang berfungsi untuk melihat  benda-beda yang letaknya  jauh  agar tampak  dekat, seperti benda luar angkasa
  • Alat pengukur percepatan gravitasi bumi
  • Jam yang menggunakan peer sebagaipengatur waktu
  • Jam kasa atau kronometer yang dimanfaatkan untuk menentukan garis atau kedudukan kapal yang berada di laut
  • Sambungan  tongkat-tongkat persneling kendaraan baik sepeda motor maupun mobil
  • Ayunan pegas
  • Beberapa benda yang telah disebutkan diatas memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, gagasan Hooke memberi dampak positif terhadap kualitas hidup maunsia.
  •  
  • SUMBER : http://www.softilmu.com/2015/12/Pengertian-Konsep-Rumus-Besaran-Aplikasi-Hukum-Hooke-Adalah.html

Rabu, 19 Oktober 2016

Persiapan UTS

Well, sahabat/i tidak terasa ya waktu berjalan begitu cepat.
Setelah memasuki bangku perkuliahan selama 1,5 bulan, kami akan melaksanakan UTS atau Ujian Tengah Semester. Dimulai dari tanggal 24 Oktober 2016 hingga 2 minggu setelahnya. Hmmm apa saja ya persiapan kami untuk mengahadapinya. Dan bagaimana bayangan kami mengenai UTS di kampus tercinta ini, mari kita simak
Kami sekelas telah mengambil paket yang sama, 20 sks dengan 9 mata kuliah. Adapun mata kuliah yang kami ambil yaitu
1. Kalkukus
2. Akhlak Tasawuf
3. Fisika Dasar
4. Pengantar Study Islam
5. Tauhid
6. Al Quran dan Hadist
7. Bahasa Inggris
8. Profesi Kependidikan
9.Program Pendamping Keagamaan
Itulah mata kuliah kami di semester ganjil ini. UTS kalkulus akan kami laksanakan pada hari Senin, 24 Oktober dengan materi Eksponensial, Limit fungsi dan Turunan.
Adapun matkul akhlak tasawuf yaitu mengenai materi akhlak terpuji dan tercela, dan konsekwensinya.
Fisika dasar yaitu mengenai pengukuran dan kecepatan serta percepatan benda, dan kami diperbolehkan untuk open book...alhamdulillah, hehe
Kemudian PSI yaitu belajar mengenai Sejarah Perkembangan iIslam di berbagai dunia dan Kajian Sumber Islam.
Sedangkan Tauhid yaitu presentasi kelompok. Alhamdulillah baroqallah hehe
Al quran Hadist pun UTS take home, hehehe alhamdulillahi jazakallahu khoiro pak hehe
Lalu UTS bahasa inggris belum tau materinya. InsyaAllah mudah kata nya hehehe...bisa lah yaa..with me everything will be OK...ciaaaa
Profesi kependidikan mengenai profesi guru dan sejajarnya...
Dan yang terakhir PPK mengenai marifatullah dan marifatul Insan....
Semoga kami dapat menyelesaikan dengan baik. Aamiin hehehe...kami akan mempersiapkan dengan baik UTS perdana di bangku perkuliahan ini...
Semoga hasilnya memuaskan. Aamiin

Muhasabah


JANGAN terburu-buru mengoreksi atau mengritik kekeliruan, ketidakberesan maupun kekhilafan yang ditampakkan anak-anak dan pasangan hidup (suami/istri), sebelum melakukan introspeksi pada diri sendiri.
Barangkali hubungan kita dengan Allah yang mengendur, sehingga berimbas pada ketidakbaikkan mereka.
Mungkin ada kelalaian atau kemaksiatan yang belum kita berusaha hentikan dengan penyesalan pun taubat, sehingga kesalahan kita tercermin di diri mereka.


Mungkin juga seberkas kepongahan hati di masa silam terabaikan untuk ditafakuri. Lantas ia menjelma jadi hal tak mengenakkan dalam karakter mereka, orang-orang yang kita banggakan.
Boleh jadi begitu. Meski tidak selalu.
Tapi alangkah muhasabah itu perlu dalam setiap waktu yang berlalu.
Terlebih ketika tumbuh kegalauan di kalbu.
Laa ilaaha illaa Anta. Subhaanaka innii kuntu min adz-dzhaalimiin.
Kembalikan semua urusan pada Allah.
Bila merenung usai sudah;
Istighfar terlantun pasrah
Diiringi tekad untuk berubah.
Semoga Allah jaga dan bimbing diri serta keluarga kita dalam ketaatan hanya pada-Nya sampai hidup berakhir dengan husnul khatimah. []

Kamis, 13 Oktober 2016

Mengatasi Rendahnya Selera Meneliti di Indonesia


Oleh: Muzayyinatul Hamidia
Mahasiswi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Malang

KEGIATAN penelitian merupakan sebuah ”kehormatan” sekaligus tanggung jawab bagi para akademisi (baca: Mahasiswa) sebagai kaum intelektual yang well-educated. Selain itu, kegiatan penelitian juga termasuk salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu (i) Pendidikan dan pengajaran (ii) Penelitian dan pengembangan dan (iii) Pengabdian kepada masyarakat.
Akan tetapi, berbeda halnya dengan budaya akademisi di Indonesia. Penelitian masih dianggap sesuatu yang hanya dilakukan untuk memenuhi tugas akhir untuk memperoleh sebuah gelar. Dengan kata lain, kegiatan penelitian hanyalah semata-mata tugas formalitas demi sebuah gelar yang melekat di belakang nama. Bukan merupakan bentuk sumbangsih keilmuan dan tanggung jawab sebagai seorang akademisi.
Rendahnya selera meneliti dalam dunia akademisi ini bisa dilihat dari hasil penelitian Suratmaja (2013) yang menyatakan bahwa berdasarkan data publikasi internasional, Indonesia selama kurun waktu 2001-2010 hanya menghasilkan 7.843 publikasi ilmiah, jauh dibandingkan dengan Singapura, Thailand dan Malaysia yang telah menghasilkan lebih dari 30.000 publikasi ilmiah.
Di tempat yang berbeda, Prof Sangkot Marzuki pada saat acara, ”The Third Bandung International Biomolecular Medicine Conference (BIBMC) september 2014 silam menyatakan bahwa indonesia merupakan negara dengan jumlah peneliti terendah di bandingkan negara Brazil, Cina, India, Singapura dan Turki.

Tentunya ini merupakan sebuah tantangan bagi para akademisi untuk mengejar ketinggalan yang cukup jauh dari negara-negara luar. Lalu bagaimana cara untuk meningkatkan selera meneliti di kalangan akademisi Indonesia? Sebelum kita membahas solusi dari minimnya peneliti dan kecilnya angka penelitian di Indonesia, ada baiknya kita telusuri dulu faktor-faktornya, untuk lebih memahami apa dan bagaimana sistem penelitian di Indonesia.

Faktor pertama minimnya penelitian di indonesia adalah minat baca yang rendah. Dalam melakukan sebuah penelitian, tentunya seorang peneliti dituntut untuk membaca referensi sebanyak-banyaknya, baik berbentuk buku atau laporan hasil penelitian orang lain seperti halnya jurnal penelitian sebagai kajian pustaka terkait penelitiannya. Tanpa banyak membaca, seseorang tidak bisa memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, dan pengetahuan inilah yang akan memicu seseorang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan minat besar untuk meneliti.

Berdasarkan penelitian Irkham (2012) dalam Ramadhan (2013) menyatakan bahwa Indonesia termasuk Negara yang memiliki tingkat budaya baca rendah berdasarkan perbandingan jumlah judul buku baru yang ada di Indonesia dengan negara Vietnam. Dalam per-1 juta penduduk, Indonesia hanya memproduksi 35 judul buku baru. Sedangkan di Vietnam judul buku baru mencapai 187 judul per-1 juta penduduk. Hal ini cukup menjadi bukti bahwa minat baca di Indonesia masih sangat rendah.
Faktor yang kedua adalah, kecilnya anggaran riset atau penelitian di Indonesia dibandingkan negara-negara luar. Berdasarkan data statistik dalam Suratmaja (2013) saat ini anggaran riset di Indonesia hanya sebesar 0.9 % dari APBN atau sekitar 0.8 % dari produk domestik bruto (PDB) nasional. Jika dibandingkan dengan anggaran riset negara-negara lain di ASEAN pada tahun 2006, anggaran riset di Indonesia saat ini sangat jauh tertinggal. Berdasarkan data tahun 2006, Singapura telah menganggarkan dana untuk riset sebesar 2.36 % dari PDB nya, sedangkan Malaysia sebesar 0.63 % dari PDB nya dan Thailand sebesar 0.25 % dari PDB nya.


Sehingga tidak heran jika minat para akademisi di Indonesia untuk melakukan sebuah penelitian sangatlah minim. Karena anggaran dana merupakan faktor yang sangat vital dalam kegiatan penelitian.
Faktor yang kedua, adalah regulasi pemerintah yang jelimet, baik dalam hal perizinan dan pengajuan (proposal) untuk anggaran penelitian. Sehingga hal ini juga menjadi faktor penghambat kemajuan dunia penelitian di Indonesia.
Jika dilihat dari beberapa faktor-faktor di atas, pada dasarnya faktor yang paling utama adalah rendahnya minat baca di Indonesia. Rendahnya minat baca merupakan indikator bahwa tingkat kesadaran akan pentingnya keilmuan masih sangat minim di Indonesia.
Ada beberapa alternatif untuk meningkatkan selera meneliti di kalangan akademisi Indonesia. Yang pertama, membudayakan baca sejak usia dini. Dalam hal ini orang tua sangatlah berperan penting untuk melatih anak menyukai kegiatan membaca. Dengan membelikan dan membacakan buku-buku cerita akan melatih anak terbiasa untuk membaca.

Dewasa ini, sudah sangat banyak orang tua yang memilih membelikan gadget dari pada buku untuk anak-anak mereka. Memang tidak salah jika anak dikenalkan pada dunia tekhnologi namun kenyataan di lapangan gadget hanya membuat anak ketergantungan kepada games yang tentunya banyak membuang waktu dengan sia-sia.
Untuk setiap mahasiswa sebagai seorang akademisi ,budaya baca harus dibangun sendiri, tidak ada cara lain selain membiasakan diri untuk membaca, ya tentunya harus diawali dengan ”paksaan”. Upaya membangun budaya baca juga harus dilakukan oleh para dosen kepada mahasiswa, dosen harus menanamkan paradigma baru akan pentingnya pengetahuan yang bisa didapat dengan aktivitas pembaca. Dan pengetahuan inilah yang akan menuntun selera akademisi untuk melakukan sebuah penelitian.

Kesadaran akan pentingnya penelitian ini juga harus dimiliki oleh setiap mahasiswa, seperti yang diuraikan oleh Guru besar Universitas Negeri Malang, Prof. Muhammad Adnan Latief, Ph.D dalam bukunya Research Methods on Language Learning: An Introduction (2013) bahwa tujuan penelitian adalah untuk menemukan pola, keteraturan atau hukum yang terjadi pada sebuah objek. Dan pemahaman terhadap hukum/pola yang terjadi pada objek tersebut itulah yang akan memberikan tambahan pengetahuan dan tambahan kompetensi yang bisa bermanfaat bagi lingkungannya. Inilah yang membedakan antara orang yang berpengetahuan dengan yang tidak, dan yang membedakan antara peneliti dengan yang bukan.
Alternatif lain untuk meningkatkan selera meneliti di kalangan akademisi, adalah upaya pemeritah sendiri dalam mendukung kegiatan riset atau penelitian di Indonesia. Dengan mempermudah regulasi dan meningkatkan anggaran riset atau penelitian, sangat dimungkinkan akan ada banyak peneliti-peneliti muda yang bermunculan di Indonesia.
Sebenarnya pemerintah juga telah mendukung kegiatan penelitian, namun belum optimal. Contohnya adanya program kreativitas mahasiswa yang bisa memicu minat mahasiswa dalam mengenalkan dirinya pada karya ilmiah dan penelitian.
Dari paparan penulis diatas, upaya peningkatan selera meneliti dalam dunia akademisi tidak bisa hanya menuntut pemerintah untuk memperbaiki anggaran riset yang ketinggalan jauh dari negara lain, tetapi hal ini harus dikembalikan kepada para akademisi sendiri. sudahkah kita memiliki kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan dan kompetensi diri? Seberapa besarkah kontribusi kita terhadap keilmuan? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

SUMBER  =


Kunci Sukses dapatkan Ketenangan Hidup

HIDUP ini tidak semudah seperti apa yang kita pikirkan. Di dalamnya penuh dengan tantangan-tantangan kehidupan yang bisa jadi melemahkan. Jika kita tak tahan hadapi ujian, maka kesengsaraanlah yang akan didapat. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa sungguh tidaklah mudah untuk menghadapi hala rintang itu.

 Setiap insan pasti menginginkan ketenagan hidup. Hampir semua orang berusaha untuk mendapatkan ketenangan, baik itu barupa materi maupun kebutuhan rohani. Tapi ternyata, hal itu tidaklah berjalan sesuai rencana. Kita menganggap mulus-mulus saja, namun sayang itu hanyalah sebuah mimpi. Dapat kita ketahui bahwa dunia ini begitu keras.
Tapi sekeras apapun batu, jika terus menerus di sirami dengan air, lama kelamaan juga akan mengikis. Maksudnya, sekeras apapun dunia ini, jika kita tahu kuncinya dan kita lakukan itu terus menerus, maka akan memberi ketenangan dalam hidup ini. Lalu apa itu kuncinya? Kuncinya ialah yakin, sabar dan ikhlas.
Ya, ketiga unsur tersebut sangatlah berkaitan. Maka, ketika ketiganya kita lakukan bersama, maka ketenangan itu akan kita dapatkan. Walau pun awalnya kita merasa cukup sulit hadapi ujian yang sedang menimpa, maka setelah kita lakukan ketiganya itu tadi, maka insya Allah beratnya jalani hidup tidak akan terasa.

Kisah Islami Inspiratif


Mengenal Ummu Abu Hurairah Ibunda Abu Hurairah RA




Sahabat dunia islam, Umaimah binti Shubaih bin al-Harits lebih dikenal sebagai Ummu Abu Hurairah RA, ibunda dari seorang perawi yang paling banyak meriwayatkan hadis Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah RA.
Seperti yang di kutip dari majalah online republika.co.id, Bulan Muharram menjadi awal masuknya Abdurrahman bin Shakhr al-Azdi, atau dikenal dengan nama kuniyah Abu Hurairah RA. Ia datang kepada Rasulullah SAW dan menyatakan masuk Islam pada tahun 7 Hijriah. Sayangnya, langkah ini tak diikuti oleh ibu kandungnya, Umaimah binti Shubaih bin al-Harits.
Abu Hurairah RA sangat terkenal di kalangan para ahli hadis. Ia meriwayatkan 5.374 hadis Nabi Muhammad SAW. Tercatat lebih dari 800 orang perawi dari kalangan sahabat dan tabi’in telah meriwayatkan hadis darinya. Beberapa di antara mereka yaitu Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Anas bin Malik, dan lain-lain.

Tumbuh sebagai lelaki cerdas, Abu Hurairah RA sejatinya seorang anak yatim. Ayahnya meninggal ketika ia masih kecil. Dalam asuhan ibunya, ia tumbuh menjadi pemuda dengan kecemerlangan otak luar biasa. Ia disebut gudang pengetahuan umat Muslim.
Umaimah sangat mencintai Abu Hurairah RA, begitu juga sebaliknya. Namun, cintanya pada sang anak tak menggerakkan hatinya untuk memeluk Islam. Sesering apapun Abu Hurairah RA mengajaknya pada keagungan Islam, ibunya selalu menolak.
Abu Hurairah tak pernah bosan. Ia terus berdakwah kepada ibunya. Ibunya pun juga tak segan untuk terus menolak. Hal ini menimbulkan kesedihan di hati Abu Hurairah RA.
Suatu hari, kesedihan di hati Abu Hurairah RA memuncak. Enggan mendengar ajakan yang tiada henti, sang ibu mengucapkan kalimat buruk tentang Rasulullah SAW. Kalimat itu sangat dibencinya.
Kesedihan Abu Hurairah RA begitu mendalam. Sembari menangis ia pergi menemui Rasulullah SAW. Ia pun mengadukan kejadian yang baru saja dialami kepada sang Rasul. “Wahai Rasulullah SAW! Mohonkan kepada Allah agar Dia memberikan hidayah kepada ibuku,” pintanya kepada Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah SAW memenuhi permintaan Abu Hurairah RA. Ia berdoa kepada Allah SWT agar Ummu Abu Hurairah RA diberi hidayah.

Mendengar itu, Abu Hurairah RA merasa lebih tenang. Ia kembali ke rumahnya dengan penuh suka cita. Ia tak sabar ingin mengabarkan kepada ibunya doa Rasulullah SAW tersebut.
Sampai di depan pintu, Abu Hurairah RA tertegun. Ia mendapati pintu terkunci rapat. Mendengar langkah kaki Abu Hurairah RA yang terhenti di depan pintu, ibunya berkata, “Wahai Abu Hurairah RA, tetaplah engkau di luar,” kata Umaimah.
Sejenak Abu Hurairah RA mendengar gemericik air. Tak lama kemudian, sang ibu pun membuka pintu. Ia tampak memakai baju dan kerudung. Tiba-tiba ia berkata, “Wahai Abu Hurairah RA! Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah,” ucapnya tanpa disangka-sangka.
Abu Hurairah RA serta merta mengucapkan takbir. Air matanya tak terbendung. Doa Rasulullah SAW begitu cepat terkabul.
Abu Hurairah RA kembali berlari kepada Rasulullah SAW sembari menangis. Kali ini air matanya menetes bahagia. Dengan wajah ceria, ia menceritakan perihal keislaman ibunya kepada Rasulullah SAW. Ia pun meminta agar Rasulullah SAW mendoakan ibunya kembali. Ia ingin ibunya selalu disayangi oleh setiap orang beriman.

“Wahai Allah! Jadikanlah hamba-Mu ini dan ibunya disayangi oleh setiap orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan,” kata Nabi Muhammad SAW.
Doa itu pun terkabul. Ummu Abu Hurairah RA begitu disayangi oleh orang-orang di sekitarnya. Ia dikenal sebagai wanita yang dermawan dan murah hati.
Suatu hari Abu Hurairah RA duduk bersama Humaid bin Malik bin Khaitsam di Aqiq. Tiba-tiba, serombongan orang singgah di sana. Ia meminta Humaid datang kepada Umaimah dan menyampaikan salamnya. “Berikanlah kami makanan,” kata Abu Hurairah RA, ditirukan oleh Humaid ketika sampai di depan ibunya.
Ummu Abu Hurairah RA kemudian memberikan tiga buah roti, minyak, dan garam dalam sebuah mampan. Ia meletakkannya di atas kepala Humaid. Humaid pun mengantarkan makanan dari Umaimah kepada rombongan. Diletakkannya semua makanan tersebut di hadapan Abu Hurairah RA.
“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita kenyang dengan makan roti, yang sebelumnya kita tidak punya makanan apa-apa kecuali aswadain, yaitu kurma dan air,” kata Abu Hurairah RA.


SUMBER : http://www.duniaislam.org/24/10/2015/mengenal-ummu-abu-hurairah-ibunda-abu-hurairah-ra/

Senin, 10 Oktober 2016

MAKRAB PENDIDIKAN KIMIA



MAKRAB PENDIDIKAN KIMIA

Hari Sabtu yg lalu, tgl 8 oktober 2016, kami segenap mahasiswa Pendidikan Kimia 2016 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan makrab atau Malam Keakraban. Lokasi makrab yaitu berada di lereng Gunung Merapi, tepatnya di daerah Bumi Perkemahan Kepurun kabupaten Klaten. Kami melaksanakan makrab selama sehari semalam.
Sabtu siang setelah solat Dhuhur di masjid UIN, kami berkumpul di Laboraturium Terpadu fakultas Sains dan Teknologi. Sambil menunggu kedatangan teman-teman yang lain, kami mempersiapkan bekal yang akan kami bawa untuk acara makrab. Barang barang yang kami bawa adalah baju ganti, lilin, slayer, dan kado silang untuk bertukar kado di acara makrab. Setelah menunggu 30 menit, akhirnya kami siap untuk berangkat karena bus yang akan mengantarkan kami sudah siap.
Ketika kami akan berangkat, tiba tiba hujan turun mengguyur kampus kita tercinta, UIN Sunan Kalijaga dan sekitarnya. Panitia makrab yang merupakan mahasiswa Pendidikan Kimia angkatan 2015 mulai kebingungan. Jadwal keberangkatan diundur, dan kami menunggu hujan reda. Sambil berkumpul kami menunggu hujan reda. Tepat pukul 13.30 hujan mulai reda, dan kami dipersilahkan masuk kedalam bus oleh panitia. Setelah semua peserta masuk, bus mulai jalan. Tak lupa kami panjatkan doa agar kegiatan berjalan dengan lancar dan baroqah.
Setelah melalui perjalanan sekitar 1jam, kami sampai di tempat acara makrab. Desa Kepurun, kabupaten Klaten Jawa Tengah. Hujan pun masih setia menemani kami. Sesampainya di tempat kami beristirahat dan membersihkan diri. Kami sampai sekitar pukul 14.30. Setelah Beristirahat sejenak,kami melaksanakan solat asar bersama. Setelah solat kemudian panitia membuka acara dan mulai masuk ke acara. Mulai dari perkenalan panitia hingga perkenalan lintas angkatan. Di sana kami mengenal kakak tingkat dari angkatan 2011 hingga 2015.
Acara berhenti hingga adzan maghrib berkumandang, kemudian kami isoma lalu melanjutkan acara bada isya. Setelah isya kami menampilkan beberapa pentas seni per kelompok yang telah dibentuk oleh panitia. Terdapat beberapa pentas seni dari kami diantaranya membaca puisi, musikalisasi, menari, menyanyi dan banyak lagi yang lain. Acara berlangsung hingga pukul 23.30. Setelah selesai acara, kami beristirahat dan tidur.
Hari kedua, Minggu 09 Oktober 2016, kami bangun di saat adzan subuh berkumandang. Panitia dengan setia membangunkan kami yang masih tertidur, kemudian kami melaksanakan solat subuh berjamaah. Setelah solat subuh, kami membersihlan badan. Kemudian melaksanakan senam pagi bersama lalu sarapan. Setelah sarapan, kami melanjutkan acara berikutnya, yaitu outbond. Kami 9 kelompok berlomba untuk memenangkan outbond. Suasana desa yang damai serta sawah yang hijau menambah semangat kami. Perlombaan outbond berlangsung lancar dan selesai pada pukul 10. Setelah itu kami mandi dan membereskan barang barang karena bus yang menjemput kami sudah datang.
Satu jam berlalu dan semua peserta makrab sudah bersiap siap untuk pulang. Kami berkumpul kembali di aula dan panitia mengumumkan juara pada perlombaan kami, Lalu kami bertukar kado yang telah kami bungkus dari kertas koran. Setelah itu kemudian acara terakhir yaitu penutup. Segenap panitia berkumpul dan menutup acara makrab kami. Kami saling meminta maaf atas salah dan kata-kata kami yang tidak berkenan. Kemudian kami berfoto bersama. Tepat pukul 11.30 kami masuk ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan pulang.
Banyak sekali pelajaran yang kami dapatkan di acara makrab kali ini, diantaranya kesabaran, kerja team, sosialisasi, tanggung jawab, dan keberanian. Kami bahagia bisa mengenal lebih dekat teman teman kami sekelas. Dan terimakasih kami ucapakan kepada kakak tingkat kami Pendidikan Kimia 14 dan 15. Semoga kami selalu kompak. Dan dapat mengharumkan selalu almamater kita.
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Aamiin.