Minggu, 30 Oktober 2016

My Job's Experience (3)

Assalamualaikum sahabat, apa kabar kalian semua, semoga selalu dalam lindungan dan ridho Allah. Aamiin...
Seperti janji saya kemarin sahabat, saya akan melanjutkan tulisan tempo lalu. Hehe.
Langsung saja ya, jadi di perusahaan tersebut, para karyawan dibagi menjadi 3 Department, yaitu Quality Control, Produksi Dan Teknik/ Mekanik. Setiap Department memiliki pengawas masing masing yang akan memantau pekerjaan kami di lapangan. Pengawas trsebut juga mengawasi sesuai dengan keahlian masing masing. Misalkan dia adalah seorang S1 Teknik Kimia, tentu saja ia akan menjadi pengawas QC, kemudian bila ia adalah seorang machine engineer, tentu saja ia akan mengawasi department Teknik.
Sistem pekerjaan disana yaitu pegawai kontrak lalu menjadi pegawai tetap. Mula mula kami dikontrak selama 2tahun, kemudian jika berminat untuk menjadi karyawan tetap, kami harus mengikuti seleksi.
Ketika saya sudah melewati tahun pertama di kota rantau tercinta (tangerang) saya mulai berfikir akan cita cita dan karrier saya. Bagaimana bisa saya dapat bekembang jika hanya disini saja, breada dalam zona nyaman, bekerja pulang tidur kemudian bekerja kembali. So bored ya sahabat hehe....
Setelah melalui waktu 1,5 tahun saya memutuskan akan mengundurkan diri ketika sudah 2 tahun. Keputusan yang berat, seperti mistaqan galidza saja. Hehehe. Tentu saja berat, karena harus berpisah dengan kawan kawan seperjuangan, dengan para keluarga di sana, but this is my choice, i'll follow my heart, my passion and absolutely my career. Saya harus melanjutkan cita cita saya, jika hanya mengejar materi, tentu saja sekelas lulusan smk seperti kami, salary kami cukup besar disana. But it isn't my goal. Itu bukan tujuan saya.

Seiring waktu berlalu, hari yang ditunggu pun tiba, hari2 terakhir dimana saya bekerja. Dimana setiap sudut akan menjadi kenangan. Dan setiap periode nya akan menjadi cerita, pun sendau gurau kami pun akan menjadi kerinduan.
Sahabat pasti tau bagaimana rasa perpisahan. Heh kok jadi mellow gini sih :3
Lanjut ya sahabat. Hari terakhir saya bekerja yaitu pada tgl 30 Juni 2016. Dengan masa kerja 2tahun lebih dikit. ( masuk 14 juni 2014 )
Banyak sekali pengalaman disini, pelajaran juga, mengenali setiap karakter pun saya jadi bisa hehe. Itulah penting nya pengalaman. Adalah guru yang paling berharga. Disini kami belajar banyak, time management, mengolah emosi, menghargai pendapat , berkembang menjadi dewasa. Daaaan..tugas saya selesai sudah, setelah saya berpamitan dengan relasi relasi di perusahaan, dengan atasan atasan , dengan kawan perjuangan, akhirnya saya akan pulang ke kota istimewa kota kelahiran Jogjakarta tercinta.

Tak terasa air mata membasahi pipi...perjuangan selama 2tahun berakhir sudah. Antara bahagia dan sedih. Bahagia karena akan bertemu keluarga dan sanak saudara. Sedih karena berpisah dengan keluarga kedua.
Sehari setelah itu saya sudah sampai di rumah tercinta.
Lembaran baru dimulai.
Ikuti cerita selanjutnya ya sahabat...

Jumat, 28 Oktober 2016

ISLAMPOS (Kedudukan Ikhtiar dan Tawakal)


“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu,” (Ath Tholaq [65] 2-3).

Segala sesuatu yang terjadi terhadap kita adalah kehendak Allah. Saat kita berkeinginan terhadap suatu hal, tetapi Allah tak menghendakinya maka mustahil hal itu akan terjadi.
Dalam memenuhi keinginannya manusia kadang lupa meminta kepada Allah. Mereka seringnya mendahulukan ikhtiar daripada berdoa. Antara berdoa dan ikhtiar porsinya harus sama-sama besar.
Gigihnya ikhtiar, jangan sampai melemahkan tawakal kita kepada Allah SWT. Dan, kuatnya tawakal kepada Allah, jangan sampai melemahkan ikhtiar kita. Ikhtiar dan tawakal harus selaras, seimbang, beriringan. Inilah yang menjadi kunci agar kita mendapat pertolongan Allah SWT
Seimbangnya tawakal dan ikhtiar bentuknya adalah dengan serius dalam taubat, lurus dalam niat, bagus dalam ibadah, serius dalam memperbaiki diri. Dan, tentu saja serius juga dalam ikhtiar kita. Jangan sampai kita sungguh-sungguh dalam doa dan tawakal akan tetapi dalam ikhtiar kita alakadarnya saja bahkan berleha-leha.

Apalah artinya kerja keras kita kalau Allah tidak menolong kita. Sekeras apapun upaya, kalau Allah tidak ridha, tidak memberi pertolongan, maka tidak akan mencapai hasil yang diharapkan. Maka, maksimalkanlah ikhtiar kita sembari tetap bersandar dan bergantung hanya kepada Allah SWT. Tidak perlu berharap-harap pada penilaian makhluk, tidak perlu bergantung pada balasan dari makhluk. Fokuskan saja pada ikhtiar kita semaksimal mungkin, sebaik mungkin, jauhi hal-hal yang tidak Allah sukai dan berserah diri kepada-Nya.
Tawakal dan ikhtiar semestinya adalah satu kesatuan, harus sama-sama kencang, sama-sama serius, sama-sama sungguh-sungguh. Inilah yang akan mengundang datangnya pertolongan Allah SWT. []

SUMBER ": https://www.islampos.com/kedudukan-ikhtiar-dan-tawakal-313956/

Kamis, 27 Oktober 2016

My Job's Experience (2)

Setelah selesai pengumuman kelulusan waktu itu, kemudian saya menyiapkan berkas berkas yang akan diperlukan di perusahaan nanti, kami berangkat pada bulan Mei 2014 dengan menggunakan bus yang telah diakomodasi dari sekolah. 45 siswa berangkat dengan diantar beberapa guru. Waaaw this is my first time, berpisah dengan keluarga begitu lama. Hehe....sad, happy, excited, everything.
Setelah melalui perjalanan sampailah kami di perantauan. Mata kami terbelalak melihat perusahaan yang besar bertuliskan PT TORABIKA EKA SEMESTA. Yang beralamat di Jl Raya Serang km 12,5 Tangerang. Yapp...Tangerang adalah kota rantau kami yang pertama. Kemudian kami melakukan training dan tes kesehatan disana. Alhamdulillah semuanya diterima dan lolos. Kami mengikuti training selama 3 bulan. Dan setelah itu kami mulai dikenalkan dengan pekerjaan kami.
Langsung pada intinya saja ya sahabat/i, disana kami semua adalah pekerja baru dengan jabatan QC (Quality Control). Department QC disebar di beberapa tempat seperti Laboraturium, Field, Dan Central Kitchen. Dan saya mendapatkan bagian field atau lapangan. Can you imagine my jobs ? Yes...pekerjaan saya adalah di area produksi. Kalian pasti mengetahui bahwa torabika adalah produk kopi dalam dan luar negeri. Tugas saya sebagai QC adalah mengawasi para operator (Department Produksi) dalam bekerja, dan juga memastikan bahwa produk kami harus benar benar sesuai dgn standard mutu sebelum sampai ke tangan konsumen. Hal tersebut diantaranya adalah dengan menimbang produk kopi 2 jam sekali. Artinya setiap 1 shift (8 jam) kami hanya menimbang kopi selama 3X. Menimbang supaya kopi tersebut sesuai dengan timbangan standard nya dengan sedikit toleransi. Oyaa sahabat disini saya dibagi menjadi 3 shift. Pagi (07-15) , siang (15-23), dan malam (23-07). Kebayang kan jika dapet shift malam. Ngantuknyaaa hehe. Itu karna belum trbiasa saja. Hiks

Selain menimbang kopi, juga pengecekan kebocoran sachet. Setiap sachet harus dicek kebocoran nya dengan menggunakan alat bernama vacuum tester. Sehingga tidak ada kopi yang bocor sampai ke tangan konsumen. Tak jarang sachet kopi yang kami cek bisa jebol sachetnya. Hal tersebut mungkin terjadi karena mesin packing nya rusak. Dan itu adalah tugas department QC untuk mematikan mesin. Kemudian meminta Department Teknik untuk memperbaikinya. Jadi sudah ada gambaran sedikit bukan, bahwa didalam ruang produksi itu ada 3 Department. Yang pertama adalah Dept.Produksi dengan tugas mengoperasikan mesin packing, kemudian Dept.QC untuk memastikan bahwa produk kami sesuai standard. Dan yang terakhir adalah Dept Teknik untuk meperbaiki mesin yang rusak.
Disanalah saya belajar beradaptasi dengan yang lain.Dan tentunya orang orang yang lebih dewasa dari saya. Seperti apa kelanjutan kisah saya. Ikuti terus yaa sahabat hehe. Saya pamit dulu karena ada kuliah hehe.
See you next story.

Rabu, 26 Oktober 2016

My Job's Experience

Assalamualaikum sahabat/i semua, pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi pengalaman kepada kalian semua mengenai my first job. Well, langsung saja ya,
Saya, Nurviana Arum Yudanti, alumnus dari SMTI Vocational High School tahun 2014. Bagi sahabat yang belum tau apa itu SMTI pastinya bertanya tanya bukan. SMTI adalah singkatan dari Sekolah Menengah Teknologi Industri. Sekolah yang terletak di JL Kusumanegara no 3 Yogyakarta ini, berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian RI.
Saya masuk pada tahun ajaran 2011/2012 dengan mengambil major Kimia Industri. Oh ya sahabat, disana terdapat 2 jurusan  lho, yaitu Kimia Industri dan Kimia Analisa, bahkan sekarang telah dibuka program baru yaitu Teknik Mekatronika. Huaa....its so amazing....I'm very proud to having you hehe. Setelah 3 tahun berlalu, akhirnya saya pun lulus. Horeee, happy graduation :3 eitsss perjuangan belum berakhir ya, justru ini adalah titik awal perjuangan kami, hiks.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa lulusan SMK diprioritaskan untuk memasuki dunia kerja setelah lulus, daan finally, saya tidak mau kehilangan pengalaman ini sahabat.
Jauh sebelum ujian nasional, sudah banyak perusahaan perusahaan di Indonesia yang 'mampir' di sekolah kami dan akan mencari kandidat ( duhhh bahasanya :p ) tentu saja mereka akan mencari pioneer pioneer muda yang akan ditempatkan di perusahaan nya. Huaa hebat nya, once again, I'm very proud to having you SMTI hehe. Banyak perusahaan yang memang sudah lama joint dengan sekolah kami. Tentunya untuk menyalurkan tenaga tenaga muda professional yang cakap di bidang industri. Dan kala itu saya tertarik dengan 1 perusahaan dengan label MAYORA GROUP. Sahabat/i mungkin sudah mengenal apa itu Mayora. Mayora adalah salah satu industri makanan yang lumayan besar di Indonesia. Dan ternyata mereka mengadakan rekruitmen besar besar an di sekolah kami. And then, saya mulai mendaftar dan mengikuti beberapa rangkaian tes yang diadakan.
Setelah melalui beberapa rintangan dan halangan (alay haha) akhirnya saya pun diterima. Alhamdulillah, Praise To Allah.
Sebanyak 40 siswa dari teman teman kami diterima dan akan menemani perjuangan  saya nanti. Senengnyaaa....setelah lulus langsung bisa kerja. Tentunya ini semua tidak lepas dari ridho Allah dan orangtua. I love u ever and ever mom,dad.
Dan seperti apa pekerjaan yang saya geluti ? Sabar dulu ya sahabat sahabati, ikuti terus post selanjutnya dari saya ya...
Hehehe...
Wassalamu'alaikum :3

Selasa, 25 Oktober 2016

UTS Akhlak Tasawuf ku

RELASI ANTARA AQIDAH, AKHLAK, DAN IBADAH

Aqidah merupakan perbuatan hati yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya.   
Aqidah scara syara’ yaitu iman kepada Allah, para MalaikatNya, Kitab-kitabNya, Para RasulNya dan kepada hari akhir serta kepada qadar yang baik mupun yang buruk. Hal ini disebut juga sebagai rukun iman.[1]
Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap. [2]
Akhlak merupakan kelakuan yang timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan yang menyatu tanpa pemikiran (spontan).

Aqidah sebagai dasar pendidikan akhlak “Dasar pendidikan akhlak bagi seorang muslim adalah aqidah yang benar terhadap alam dan kehidupan, Karena akhlak tersarikan dari aqidah dan pancaran dirinya. Oleh karena itu jika seorang beraqidah dengan benar, niscahya akhlaknya pun akan benar, baik dan lurus. Begitu pula sebaliknya, jika aqidah salah maka akhlaknya pun akan salah.
Setelah aqidah dan akhlak nya benar dan baik, maka seseorang akan menuangkan perihal tersebut dalam bentuk ibadah kepada Allah. Ibadah yang dapat mendatangkan pahala. Sehingga dapat dipastIkan bahwa jika aqidah dan akhlak seseorang itu baik sesuai syariat, maka ibadahnya pun akan mantap. Ia akan senantiasa memperbaiki ibadahnya setiap hari, sehingga semakin baik pula aqidah dan akhlaknya.

Contohnya :
Jika berjanji harus ditepati yaitu apabila seorang berjanji maka harus ditepati. Jika orang menepati janji maka seseorang telah menjalankan aqidahnya dengan baik. Dengan menepati janji seseorang juga telah melakukan ibadah. Pada dasarnya setiap perbuatan yang dilakukan manusia arus didasari denga aqidah yang baik. Maka, dapat dipastikan bahwa seseorang yang menepati janjinya tersebut mempunyai akhlak yang baik pula

Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari,. 2007. Intisari Aqidah Ahlus Sunah wal Jama’ah. Pustaka Imam Syafi’i.

H.A Djazuli &Yadi janwari, 2002. Lembaga-lembaga Perekonomian Umat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Muhammad, 2007. Aspek Hukum dalam Muamalat.Yogyakarta: Graha ilmu.

Kaelany HD, 2009. Islam Agama Universa. Jakarta: Midada Rahma Press.

Rahmat, Jalaludin, 2007. Dahulukan Akhlak diatas Fiqih.Bandung: PT. Mizan Utama.

Salih bin fauzan bin Abdullah Al Fauzan,2000. Kitab Tauhid I . Jakarta : Yayasan Al- Sofwa.

Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, “Pengertian Ibadah dalam Islam”, Ahlussunnah Palembang, diakses dari http://salafiunsri.blogspot.com/2009/06/pengertian-ibadah-dalam-islam1.html, pada tanggal 4 Desember 2012, pada pukul 9.30 PM

Jumat, 21 Oktober 2016

Hukum Hooke Fisika

A. PENGERTIAN HUKUM HOOKE DAN ELASTISITAS
Hukum Hooke dan elastisitas merupakan dua istilah yang saling berkaitan. Untuk memahami arti kata elastisitas, banyak orang menganalogikan istilah tersebut dengan benda-benda yang terbuat dari karet, meskipun pada dasarnya tidak semua benda dengan bahan dasar karet bersifat elastis. Kita ambil dua contoh karet gelang dan peren karet. Jika karet gelang tersebut ditarik, maka panjangnya akan terus bertambah sampai batas tertentu. Kemudian, apabila  tarikan dilepaskan panjang  karet gelang akan kembali  seperti semula. Berbeda halnya dengan permen karet, Jika ditarik panjangnya akan terus bertambah sampai batas tertentu tapi apabila tarikan dilepaskan panjang permen karet tidak akan kembali  seperti semula. Hal ini dapat terjadi karena karet gelang  bersifat elastis sedangkan permen karet bersifat plastis. Namun, apabila karet gelang ditarik terus menerus adakalanya bentuk kareng gelang tidak kembali seperti semula yang artinya sifat elastisnya telah hilang. Sehingga diperlu tingkat kejelian yang tinggi untuk menggolongkan mana benda yang bersifat elastis dan plastis.
 Jadi, dapat disimpulkan bahwa elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk awal setelah gaya pada benda tersebut dihilangkan. Keadaan dimana suatu benda tidak dapat lagi kembali ke bentuk semula akibat gaya yang diberikan terhadap benda terlalu besar disebut sebagai batas elastis. Sedangkan hukum Hooke merupakan gagasan yang diperkenalkan oleh Robert Hooke yang menyelidiki hubungan antar gaya yang bekerja pada  sebuah pegas/benda elastis lainnya agar benda tersebut bisa kembali ke bentuk semua atau tidak melampaui batas elastisitasnya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Hukum Hooke mengkaji jumlah gaya maksimum yang dapat diberikan pada sebuah benda yang sifatnya elastis (seringnya pegas)  agar tidak melwati batas elastisnya dan menghilangkan sifat elastis benda tersebut.
B. KONSEP HUKUM HOOKE DAN ELASTISITAS
Bunyi Hukum Hooke ialah “Jika gaya tarik yang diberikan pada sebuah pegas tidak melampaui batas elastis bahan maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus/sebanding dengan gaya tariknya”.
Jika gaya yang diberikan melampaui batas elastisitas, maka benda tidak dapat kembali ke bentuk semula dan apabila gaya yang diberikan jumlahnya terus bertambah maka benda dapat rusak. Dengan kata lain, hukum Hooke hanya  berlaku  hingga batas  elastisitas.
Dari gagasan tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep hukum Hooke ini menjelaskan mengenai hubungan antara gaya yang diberikan pada sebuah pegas ditinjau dari pertambahan panjang yang dialami oleh pegas tersebut. Besarnya perbandingan antara gaya dengan pertambahan panjang pegas adalah konstan. Fenomena ini dapat lebih mudah dipahami dengan memperhatikan gambar grafik berikut ini.
Gambar 1, menjelaskan bahwasanya jika  pegas  ditarik  ke  kanan  maka  pegas  akan  meregang  dan  bertambah  panjang. Jika  gaya  tarik yang diberikan pada pegas tidak terlalu besar, maka pertambahan panjang pegas sebanding dengan besarnya gaya tarik. Dengan kata lain, semakin besar gaya tarik, semakin besar pertambahan panjang pegas.
Pada Gambar 2, digambarkan bahwa kemiringan grafik sama besar yang menunjukkan perbandingan besar gaya tarik terhadap pertambahan panjang pegas bernilai konstan. Hal ini menggambarkan sifat kekakuan dari sebuah pegas yang dikenal sebagai ketetapan pegas.  Secara  matematis  hukum  Hooke  dapat dituliskan sebagai berikut.
Keterangan:
F   = Gaya luar yang diberikan (N)
k   =  Konstanta pegas (N/m)
Δx = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)
Artikel Penunjang : Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
C. BESARAN DAN RUMUS DALAM HUKUM HOOKE DAN ELASTISITAS
1. Tegangan
Tegangan merupakan keadaan dimana sebuah benda mengalami pertambahan panjang ketika sebuah benda diberi gaya pada salah satu ujungnya sedangkan ujung lainnya ditahan. Contohnya, misal seutas kawat dengan luas penampang x m2, dengan panjang mula-mula x meter ditarik dengan gaya sebesar N pada salah satu ujungnya sedangkan pada ujung yang lain ditahan maka kawat akan mengalami pertambahan panjang sebesar x meter.  Fenomena ini mengambarkan suatu tegangan yang mana dalam fisika disimbolkan dengan σ dan secara matematis dapat ditulis seperti berikut ini.
Keterangan:
F = Gaya (N)
A = Luas penampang (m2)
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)
2. Regangan
Regangan merupakan perbandingan antara pertambahan panjang kawat  dalam x meter dengan  panjang  awal kawat dalam x meter. Regangan dapat terjadi dikarenakan gaya yang diberikan pada benda ataupun kawat tersebut dihilangkan, sehingga kawat kembali ke bentuk awal.
Hubungan ini secara matematis dapat dituliskan seperti dibawah ini.
Keterangan:
e   = Regangan
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)
Sesuai dengan persamaan di atas, regangan (e) tidak memiliki satuan dikarenakan pertambahan  panjang  (ΔL) dan  panjang  awal  (Lo)  adalah  besaran dengan satuan yang sama
3. Modulus Elastisitas (Modulus Young)
Dalam fisika, modulus elastisitas disimbolkan dengan E. Modulus elastisitas menggambarkan perbandingan antara tegangan dengan regangan yang dialami bahan. Dengan kata lain, modulus elastis sebanding dengan tegangan dan berbanding terbalik regangan.
Keterangan:
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)

4. Mampatan
Mampatan merupakan suatu keadaan yang hampir serupa dengan regangan. Perbedaannya terletak pada arah perpindahan molekul benda setelah diberi gaya. Berbeda halnya pada regangan dimana molekul benda akan terdorong keluar setelah diberi gaya. Pada mampatan, setelah diberi gaya, molekul benda akan terdorong ke dalam (memampat).
5. Hubungan Antara Gaya Tarik dan Modulus Elastisitas
Jika ditulis secara matematis, hubungan antara gaya tarik dan modulus elastisitas  meliputi:
Keterangan:
F = Gaya (N)
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)
A = Luas penampang (m2)
E = Modulus elastisitas (N/m)
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)
6. Hukum Hooke
Hukum Hooke menyatakan bahwa “jika gaya tari tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya”. Secara matematis ditulis sebagai berikut.
Keterangan:
F   = Gaya luar yang diberikan (N)
k   =  Konstanta pegas (N/m)
Δx = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)
Hukum Hooke untuk Susuna Pegas
6a. Susunan Seri
Apabila dua buah pegas yang memiliki tetapan pegas yang sama dirangkaikan secara seri, maka panjang pegas menjadi 2x. Oleh karena itu, persamaan pegasnya yaitu:
Keterangan:
Ks   = Persamaan pegas
k   =  Konstanta pegas (N/m)
Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya dan disusun seri ditulis seperti berikut ini.
Keterangan:
n   = Jumlah pegas
6b. Susunan Paralel
Apabila pegas disusun secara paralel, panjang pegas akan tetap seperti semula, sedangkan luas penampangnya menjadi lebih 2x dari semula jika pegas disusun 2 buah. Adapun persamaan pegas untuk dua pegas yang disusun secara paralel, yaitu:
Keterangan:
Kp   = Persamaan pegas susunan paralel
k   =  Konstanta pegas (N/m)
Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya sama dan disusun secara paralel, akan dihasilkan pegas yang lebih kuat  karena tetapan pegasnya menjadi lebih besar. Persamaan pegasnya dapat ditulis sebagai berikut.
Keterangan:
n   = Jumlah pegas
D. APLIKASI HUKUM HOOKE
Dalam pengaplikasian hukum Hooke sangat berkaitan erat  dengan  benda  benda  yang  prinsip  kerjanya  menggunakan  pegas dan yang bersifat elastis. Prinsip hukum Hooke telah diterapkan pada beberapa benda-benda berikut ini.
  • Mikroskop yang berfungsi untuk melihat jasad-jasad renik yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang
  • Teleskop  yang berfungsi untuk melihat  benda-beda yang letaknya  jauh  agar tampak  dekat, seperti benda luar angkasa
  • Alat pengukur percepatan gravitasi bumi
  • Jam yang menggunakan peer sebagaipengatur waktu
  • Jam kasa atau kronometer yang dimanfaatkan untuk menentukan garis atau kedudukan kapal yang berada di laut
  • Sambungan  tongkat-tongkat persneling kendaraan baik sepeda motor maupun mobil
  • Ayunan pegas
  • Beberapa benda yang telah disebutkan diatas memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, gagasan Hooke memberi dampak positif terhadap kualitas hidup maunsia.
  •  
  • SUMBER : http://www.softilmu.com/2015/12/Pengertian-Konsep-Rumus-Besaran-Aplikasi-Hukum-Hooke-Adalah.html

Rabu, 19 Oktober 2016

Persiapan UTS

Well, sahabat/i tidak terasa ya waktu berjalan begitu cepat.
Setelah memasuki bangku perkuliahan selama 1,5 bulan, kami akan melaksanakan UTS atau Ujian Tengah Semester. Dimulai dari tanggal 24 Oktober 2016 hingga 2 minggu setelahnya. Hmmm apa saja ya persiapan kami untuk mengahadapinya. Dan bagaimana bayangan kami mengenai UTS di kampus tercinta ini, mari kita simak
Kami sekelas telah mengambil paket yang sama, 20 sks dengan 9 mata kuliah. Adapun mata kuliah yang kami ambil yaitu
1. Kalkukus
2. Akhlak Tasawuf
3. Fisika Dasar
4. Pengantar Study Islam
5. Tauhid
6. Al Quran dan Hadist
7. Bahasa Inggris
8. Profesi Kependidikan
9.Program Pendamping Keagamaan
Itulah mata kuliah kami di semester ganjil ini. UTS kalkulus akan kami laksanakan pada hari Senin, 24 Oktober dengan materi Eksponensial, Limit fungsi dan Turunan.
Adapun matkul akhlak tasawuf yaitu mengenai materi akhlak terpuji dan tercela, dan konsekwensinya.
Fisika dasar yaitu mengenai pengukuran dan kecepatan serta percepatan benda, dan kami diperbolehkan untuk open book...alhamdulillah, hehe
Kemudian PSI yaitu belajar mengenai Sejarah Perkembangan iIslam di berbagai dunia dan Kajian Sumber Islam.
Sedangkan Tauhid yaitu presentasi kelompok. Alhamdulillah baroqallah hehe
Al quran Hadist pun UTS take home, hehehe alhamdulillahi jazakallahu khoiro pak hehe
Lalu UTS bahasa inggris belum tau materinya. InsyaAllah mudah kata nya hehehe...bisa lah yaa..with me everything will be OK...ciaaaa
Profesi kependidikan mengenai profesi guru dan sejajarnya...
Dan yang terakhir PPK mengenai marifatullah dan marifatul Insan....
Semoga kami dapat menyelesaikan dengan baik. Aamiin hehehe...kami akan mempersiapkan dengan baik UTS perdana di bangku perkuliahan ini...
Semoga hasilnya memuaskan. Aamiin